Akun FxPro: kontrak harga, bukan saham
Situs ini menautkan ke akun trading FxPro, tetapi situs ini bukan broker, tidak membuka akun, dan tidak menerima uang dari pembaca. Halaman ini menjelaskan apa sebenarnya akun FxPro, apa yang ditawarkannya, dan apa yang tidak boleh disamakan dengan membeli saham di Bursa Efek Indonesia.

Mengapa kontrak harga tidak punya lot dan tidak perlu modal satu lot
FxPro menawarkan kontrak untuk selisih harga (CFD), termasuk CFD atas saham perusahaan yang terdaftar di berbagai bursa dunia dan indeks saham. CFD atas saham adalah kontrak atas pergerakan harga saham itu, bukan pembelian sahamnya. Tidak ada saham yang dibeli, tidak ada yang dicatat atas nama Anda di tempat penyimpanan efek mana pun, dan Anda tidak memiliki hak suara atau hak pemegang saham lainnya.
Karena tidak ada saham yang berpindah tangan, konsep lot bursa tidak berlaku pada CFD. Anda tidak perlu menyiapkan modal sebesar harga saham dikali seratus untuk membuka posisi. Sebagai gantinya, Anda menyetor dana margin dan posisi Anda mencerminkan eksposur terhadap perubahan harga, bukan kepemilikan. Ini berarti modal awal yang dibutuhkan bisa jauh lebih kecil, tetapi risiko kerugian juga bisa lebih cepat membesar.
Biaya dan risiko yang berbeda dari biaya membeli saham di bursa
Biaya pada CFD berbeda dari komisi dan pungutan yang Anda temui di nota transaksi saham Indonesia. FxPro mengenakan biaya dalam bentuk spread, yaitu selisih antara harga jual dan harga beli yang ditawarkan, dan mungkin komisi tergantung jenis akun. Tidak ada pungutan bursa Indonesia, PPN atas komisi, atau pajak final atas nilai penjualan seperti pada saham lokal. Namun, CFD adalah produk berdaya ungkit, sehingga kerugian bisa melebihi dana yang disetor jika tidak ada perlindungan saldo negatif.
Broker menyatakan bahwa klien tidak bisa kehilangan lebih dari dana yang mereka setorkan (perlindungan saldo negatif) dan menyediakan akun latihan gratis. Meskipun demikian, daya ungkit memperbesar baik keuntungan maupun kerugian, dan pergerakan harga yang kecil bisa menggerus dana dengan cepat. Anda harus memahami spesifikasi kontrak, termasuk biaya menginap untuk posisi yang dibiarkan terbuka semalaman, sebelum membuka posisi.
Siapa yang sebaiknya tidak membuka akun semacam itu
Akun CFD tidak cocok untuk Anda jika tujuan Anda adalah memiliki saham perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, menerima dividen tunai, atau tercatat sebagai pemegang saham di KSEI. CFD juga tidak cocok jika Anda tidak siap menghadapi fluktuasi harga yang cepat dan kemungkinan kehilangan seluruh dana yang disetor. Produk ini dirancang untuk trading jangka pendek, bukan investasi jangka panjang dalam kepemilikan saham.
Selain itu, FxPro tidak diawasi oleh OJK di Indonesia; penduduk Indonesia yang membuka akun berurusan dengan perusahaan asing di luar pengawasan lokal. CFD tidak tercatat di KSEI dan tidak muncul dalam laporan KSEI Anda. Jika Anda menginginkan kepemilikan saham langsung dengan perlindungan regulasi lokal, akun sekuritas lokal adalah jalur yang sesuai, bukan akun CFD.
Perusahaan yang membuka akun termasuk grup FxPro dan diawasi di luar Indonesia, antara lain oleh FCA (Inggris) dan CySEC (Siprus); OJK tidak mengawasi perusahaan tersebut. Artinya, yang dihadapi pembaca adalah perusahaan asing; perlindungan untuk perusahaan efek berizin di dalam negeri tidak berlaku di sini. Memegang CFD saham bukan berarti memiliki saham tersebut; CFD itu tidak tercatat di KSEI. Mengirim dana ke luar negeri harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Anjuran investasi tidak ada di sini.
Siap membuka akun trading?
Sebelum membeli saham pertama, Anda memerlukan akun di perusahaan sekuritas. Proses pembukaan akun melibatkan verifikasi identitas dan penyetoran dana awal. Pastikan Anda memahami biaya dan risiko sebelum memulai.
Baca dulu apa itu akun FxPro →